Lompat ke konten

Hakikat Tawakkal

Khutbah I

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، أما بعد

عن عُمَرَ بنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عنه، قال: قال رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: ((لو أنَّكُم كُنتُم تَوكَّلونَ على اللهِ حَقَّ تَوكُّلِه لرُزقتُم كما يُرزَقُ الطَّيرُ؛ تَغدو خِماصًا، وتَروحُ بِطانًا. (رواه الترمذي(

Dari Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki, ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore harinya dalam keadaan kenyang. (HR. Tirmidzi)

Tawakal adalah menyerahkan hati sepenuhnya kepada Allah dalam mencari kebaikan dan menjauhi keburukan, sambil yakin bahwa hanya Allah yang mampu memberi manfaat atau menolak mudarat. Namun tawakal tidak berarti pasrah tanpa usaha; kita tetap wajib bekerja dan mengambil sebab karena itu adalah perintah Allah. Usaha fisik adalah bentuk ketaatan, sedangkan tawakal dalam hati adalah bagian dari iman.

Sikap tawakal akan melahirkan rida terhadap ketetapan Allah. Nabi ﷺ mengajarkan untuk selalu bergantung kepada Allah, tetapi tetap melakukan sebab seperti burung yang keluar mencari makan setiap pagi lalu kembali dalam keadaan kenyang. Ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai kerja, bukan kemalasan.

Hadis ini mengandung beberapa pelajaran:

  1. Tawakal memiliki keutamaan besar dan menjadi sebab datangnya rezeki.
  2. Tawakal tidak bertentangan dengan usaha.
  3. Tawakal merupakan amalan hati yang sangat penting.
  4. Hanya mengandalkan usaha saja tidak benar, namun meninggalkan usaha juga tidak masuk akal. Yang benar adalah menggabungkan ikhtiar dan tawakal.

Kesimpulan;

Tawakal berarti menyerahkan hati kepada Allah dalam mencari kebaikan dan menjauhi keburukan, sambil yakin bahwa hanya Allah yang dapat memberi manfaat atau menolak bahaya. Meski begitu, tawakal tidak berarti diam tanpa usaha. Kita tetap harus bekerja dan mengambil sebab, karena usaha adalah perintah Allah, sementara tawakal adalah amalan hati dan bagian dari iman.

Tawakal juga membuat seseorang rida dengan apa pun yang Allah tetapkan. Nabi ﷺ mencontohkan burung yang keluar mencari makan setiap pagi lalu kembali kenyang, menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha, bukan kemalasan.

Dari hadis ini dipahami bahwa tawakal mendatangkan rezeki, tidak bertentangan dengan usaha, merupakan amalan hati yang penting, dan harus berjalan seimbang antara ikhtiar dan berserah diri kepada Allah.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah kedua;

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على عبده ورسوله وخليله وصفوته من خلقه نبينا وإمامنا وسيدنا محمد بن عبدالله، وعلى آله وأصحابه ومن سلك سبيله واهتدى بهداه إلى يوم الدين.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

هذا؛ وصلوا وسلموا –رحكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.

اللهم صل على محمد، وعلى آل محمد، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمد، وعلى آل محمد، كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات

ربنا اغفر لنا والاخواننا الذين سبقونا بالايمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤوف رحيم

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

والحمد لله رب العالمين

عباد الله ان الله يامرك العدل والاحسان، وايتاء اذ القرب وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعدكم لعلكم تذكرون، فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكره على نعمه يزدكم ولذكر الله اكبر، أقيم الصلاة

والسلام عليكم ورحمه الله وبركاته

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *