Lompat ke konten

Inti kenikmatan dunia

Khutbah Pertama

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أُوْصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
أَمَّا بَعْدُ،

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat hadir menunaikan shalat Jumat pada hari ini. Tidak lupa kita bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan yang membawa umat dari kegelapan menuju cahaya iman.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan yang mulia ini saya berwasiat kepada diri sendiri dan kepada seluruh jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya. Sesungguhnya ketakwaan adalah sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Jamaah Rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa kehidupan dunia dengan seluruh kenikmatannya hanyalah sementara. Rasullulah bersabda:

عن عبيدالله بن محصن، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: مَن أصبحَ منكم آمنًا في سربِهِ ، مُعافًى في جسدِهِ عندَهُ قوتُ يومِهِ ، فَكَأنَّما حيزت لَهُ الدُّنيا

 Dari ubaidulllah bin Muhson, Rasulullah bersabda: “barang siapa dari kalian berpagi hari aman (selamat) keluarganya, ‘afiah pada tubuhnya, (dan) di sisinya terdapat makanan (untuk) harinya (itu) maka seolah-olah telah dikumpulkan (diberikan) untuknya dunia”.

Hadis yang diriwayatkan dari Ubaidullah bin Muhson ini mengandung makna yang sangat dalam tentang rasa syukur dan keberkahan hidup. Rasulullah ﷺ menekankan bahwa kesejahteraan yang sederhana keluarga yang aman, tubuh yang sehat, dan rezeki yang cukup untuk hari itu merupakan nikmat yang besar. Dalam konteks ini, “selamat keluarganya” menunjukkan pentingnya rasa aman dan harmonis di lingkungan keluarga, yang menjadi pondasi kebahagiaan dan ketenangan hidup. Keluarga yang aman dari pertengkaran, bahaya, atau kesusahan menjadi salah satu indikator keberkahan dalam kehidupan seorang muslim.

Selanjutnya, “‘afiah pada tubuhnya” merujuk pada kesehatan jasmani dan ketenangan batin. Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang sering terlupakan, namun sangat menentukan kualitas hidup seseorang. Ketika seseorang memiliki tubuh yang sehat, ia dapat beribadah, bekerja, dan beraktivitas dengan optimal. Rasulullah ﷺ menekankan bahwa kesehatan yang dimiliki sehari-hari adalah salah satu bentuk kekayaan yang tak ternilai, karena tanpa kesehatan, nikmat lain seperti harta atau kesenangan dunia tidak akan bisa dinikmati secara penuh.

Bagian selanjutnya, yaitu “di sisinya terdapat makanan untuk harinya”, mengandung pesan tentang kecukupan rezeki. Memiliki kebutuhan dasar yang terpenuhi terutama makanan sudah termasuk dalam kategori hidup yang sejahtera. Hal ini mengajarkan umat Islam untuk bersyukur dengan apa yang dimiliki, meskipun mungkin tidak berlimpah. Rasa cukup dan bersyukur akan menimbulkan ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki, berbeda dengan orang yang selalu merasa kurang meski memiliki banyak harta.

Rasulullah ﷺ menyimpulkan bahwa tiga hal sederhana ini keluarga yang aman, tubuh yang sehat, dan rezeki yang cukup setara dengan “telah dikumpulkan untuknya dunia”. Artinya, seseorang yang memiliki tiga hal ini telah memiliki kebahagiaan duniawi yang lengkap, tanpa harus mencari kekayaan atau kesenangan lain secara berlebihan. Hadis ini mendorong umat Islam untuk mensyukuri nikmat sederhana, menghargai kesehatan, menjaga keluarga, dan merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah, karena kebahagiaan sejati bukanlah dari banyaknya harta, melainkan dari ketenangan hati dan keberkahan hidup sehari-hari.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ وَسَقَانِيْ، وَكَفَانِيْ وَآوَانِيْ، وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً.

أُوْصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَ kiا قَنَاعَةَ الْقَلْبِ، وَطُمَأْنِيْنَةَ النَّفْسِ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْ مَا رَزَقْتَنَا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الشَّاكِرِيْنَ، وَنَجِّنَا مِنَ الطَّمَعِ وَالْحِرْصِ وَسُوْءِ الْخُلُقِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
أَقِمِ الصَّلَاةَ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *