JADILAH SEPERTI ORANG ASING DI DUNIA
Khutbah I
لسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أُوْصِيْ نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
قَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيّ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أَمَّا بَعْدُ
عن ابن عمر -رضي الله عنهما- قال: أخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال: كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري
Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)
Jamaah yang insyallah di rahmati oleh allah
Hadits di atas merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berisi nasihat nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada beliau. Hadits ini dapat menghidupkan hati karena di dalamnya terdapat peringatan untuk menjauhkan diri dari tipuan dunia Yang fana ini . jamaah yang insyallah di rahmati allah Hadits ini mengajarkan kepada kita tentang hakikat kehidupan dunia. Rasulullah ﷺ mengingatkan agar seorang mukmin tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, melainkan hanya sebagai tempat singgah sementara. Seorang musafir tentu tidak akan sibuk menghias tempat persinggahannya, karena ia sadar bahwa ia akan segera melanjutkan perjalanan. Demikian pula seorang mukmin, ia hidup di dunia dengan penuh tanggung jawab, namun hatinya terikat kepada akhirat.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dunia sering kali menipu manusia dengan keindahan, harta, jabatan, dan kenikmatan yang sementara. Banyak manusia lupa bahwa semua itu akan ditinggalkan. Oleh karena itu, nasihat Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma menjadi penegas yang sangat dalam maknanya:
Jika engkau berada di sore hari, jangan menunggu pagi, dan jika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu sore.Artinya, jangan menunda-nunda taubat, amal shalih, dan kebaikan. Karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput.
jamaah yang dirahnmati oleh allah
ada sebuah ungkapan Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati , ungkapan itu adalah peringatan yang snagat nyata Betapa banyak orang yang ketika sehat lalai dari ibadah, namun saat sakit baru menyesal. Betapa banyak orang yang ketika hidupnya lapang lupa bersyukur, namun ketika ajal mendekat baru menyadari bahwa kesempatan telah berlalu. Maka kewajiban kita adalah memanfaatkan waktu yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya dengan cara memperbanyak amal sholeh dan menjauhi segala larangan nya Menjadi “orang asing di dunia” bukan berarti meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau tanggung jawab. Namun maksudnya adalah tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, tidak berlebihan mencintainya, dan tidak sedih berlarut-larut ketika kehilangannya. Hati seorang mukmin selalu terikat dengan ridha Allah dan kebahagiaan akhirat
Jamaah yang di rahmati oleh allah
Semoga kita semua di lindungi oleh allah dari tipu daya dunia yang faana ini dan selalu mengingat akhirat sebagai tempat terakhir untuk kita pulang
Khutbah Kedua
Hamdalah :
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على عبده ورسوله وخليله وصفوته من خلقه نبينا وإمامنا وسيدنا محمد بن عبدالله، وعلى آله وأصحابه ومن سلك سبيله واهتدى بهداه إلى يوم الدين.
Wasiat taqwa :
فيا ايها المسلمون اتقوا الله حق تقاته كما أمرنا بذلك في كتابه، { یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ }
هذا؛ وصلوا وسلموا –رحكم الله– على الصادق الأمين؛ كما أمركم بذلك مولاكم رب العالمين، فقال سبحانه: “إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً”.
اللهم صل على محمد، وعلى آل محمد، كما صليت على آل إبراهيم، وبارك على محمد، وعلى آل محمد، كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.
Doa
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات.
ربنا اغفر لنا والاخواننا الذين سبقونا بالايمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤوف رحيم.
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين.
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
والحمد لله رب العالمين.
عباد الله ان الله يامرك العدل والاحسان، وايتاء اذ القرب وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعدكم لعلكم تذكرون، فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكره على نعمه يزدكم ولذكر الله اكبر، أقيم الصلاة.
والسلام عليكم ورحمه الله وبركاته.
Khutbah bahasa sumatra
Khutbah 1
Jamaah yang insyallah di rahmati oleh allah
Hadits di atas merupakan hadits yang diriwayatkan samo Ibnu Umar yang isi nyotu nasihat nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam samo beliau. Hadits ikak ni biso ngidupke hati karno di dalamnyo tu terdapat peringatan untuk kito ngejauhke diri dari tipuan dunia Yang fana ini . jamaah yang insyallah di rahmati allah Hadits ini ngajerke kito tentang hakikat kehidupan dunio. Rasulullah ﷺ ngingetke kito agar seorang mukmin idak menjadikan dunio sebagai tujuan utamo, melainke hanya sebagai tempat singgah sementaro. Seorang musafir tentu idak akan sibuk menghias tempat persinggahannyo, kareno dio sadar bahwa dio akan segera melanjutke perjalanan nyo. Demikian pulo seorang mukmin, dio hidup di dunio dengan penuh tanggung jawab, namun hatinyo terikat samo akhirat.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dunio sering kali menipu manusio dengan keindahan, harta, jabatan, dan kenikmatan yang sementaro. Banyak manusia lupo bahwa semua itu akan ditinggalke. Oleh karena itu, nasihat Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma menjadi penegas yang sangat dalam maknanyo:
Jika kau berada di sore hari, jangan menunggu pagi, dan jika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu sore.Artinyo, jangan menunda-nunda taubat, amal shalih, dan kebaikan. Karena kito idak pernah tahu kapan ajal akan menjemput kito.
jamaah yang dirahnmati oleh allah
ado sebuah ungkapan Pergunakanlah maso sehatmu sebelum sakit dan maso hidupmu sebelum mati , ungkapan itu adalah peringatan yang snagat nyata Betapo banyak orang yang ketiko sehat lalai dari ibadah, namun saat sakit baru nak menyesal. Betapo banyak orang yang ketiko hidupnyo lapang lupo untu bersyukur, nah ketiko ajal mendekat baru nak saar bahwa kesempatan la lewat ,dem berlalu. Maka kewajiban kito adalah memanfaatke waktu yang Allah berike dengan sebaik-baiknyo dengan caro memperbanyak amal sholeh dan menjahke apo yangdi larangan nyo Menjadi “orang asing di dunio” idak berarti meninggalke gawea, keluarga, atau tanggung jawab. Namun maksudnyo tu idak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, idak berlebihan mencintainyo, dan idak sedih berlarut-larut ketiko kehilangannyo. Hati seorang mukmin selalu terikat dengan ridha Allah dan kebahagiaan akhirat
Jamaah yang di rahmati oleh allah
Semoga kito semua ni di lindungi oleh allah dari tipu dayo dunio yang faana ka dan selalu mengingat akhirat sebagai tempat terakhir untuk kito pulang