SYAFAAT AL-QUR’AN DAN PUASA YANG TAK AKAN TERTOLAK
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ .عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ الْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Pada khutbah ini, khatib menyampaikan sebuah hadis yang agung tentang syafaat puasa dan Al-Qur’an di hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
:عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ
:الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ، يَقُوْلُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ! إِنِّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيْهِ، وَيَقُوْلُ” “الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَشَفِّعْنِي فِيْهِ, فَيُشَفَّعَانِ
Artinya:
Dari Abdullah bin Amr bin Ash ia berkata, Rasulullah bersabda : “Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat bagi seorang hamba. Puasa berkata: Ya Tuhan, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka memberikan syafaat untuknya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberikan syafaat untuknya, Maka keduanya memberi syafaat.” (HR. Ahmad, no. 6626)
Jamaah rahimakumullah,
Hadis ini menjelaskan bahwa amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan hidup dan berbicara di hari kiamat. Puasa menjadi pembela karena kita menahan diri dari hawa nafsu. Al-Qur’an menjadi penolong karena kita meluangkan waktu untuk membacanya, bahkan hingga mengurangi tidur.
Puasa yang benar bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan lisan, pandangan, dan perbuatan. Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Maka sungguh beruntung orang yang menjadikan puasa dan Al-Qur’an sebagai sahabat hidupnya di dunia, karena keduanya akan menjadi pembela di akhirat.
.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hadis yang kita dengar tadi memberi nasihat agar kita tidak hanya berharap syafaat, tetapi sungguh-sungguh menjaga kualitas ibadah.
Puasa dan Al-Qur’an hanya memberi syafaat kepada orang yang memuliakannya. Maka jangan sampai puasa kita kosong dari akhlak, dan jangan sampai Al-Qur’an kita tinggalkan dalam kehidupan.
Marilah kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dan menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki diri. Dengan demikian, kita berharap kelak termasuk golongan yang mendapatkan syafaat.
.اَللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا، وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا
.اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ شَفَاعَةِ الْقُرْآنِ وَالصِّيَامِ
.عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
.فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ