ORANG YANG KUAT SESUNGGUHNYA
Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدًا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعي
أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengangkat tema “Hadits Keempat Belas: Orang yang Kuat Sesungguhnya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ
“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) itu yang bisa mengalahkan orang lain, tetapi orang kuat (yang sebenarnya) adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (Muttafaq ‘alaih)
Jamaah yang berbahagia,Hadits ini menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan pada fisik, bukan pada kemampuan menjatuhkan orang lain, bukan pula pada suara keras atau kemarahan yang meledak. Kekuatan sejati adalah kekuatan pengendalian diri.
- Marah adalah naluri, tetapi mengendalikan marah adalah ibadah
Setiap manusia pasti pernah marah. Namun yang membedakan kualitas seorang mukmin adalah bagaimana ia merespons kemarahan itu. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya marah itu dari setan.”
Karena itu, siapa yang dapat menahan amarahnya, ia sebenarnya sedang mengalahkan musuh yang tak terlihat, musuh yang lebih berbahaya daripada lawan fisik.
- Pengendalian marah adalah tanda ke ha kuatan jiwa
Orang yang mampu menahan amarahnya pada saat ia bisa membalas, pada saat ia mampu merespons dengan lebih keras, itulah orang yang memiliki kedigdayaan akhlak. Inilah kekuatan spiritual yang diajarkan Nabi ﷺ:
– Menahan diri ketika dicela.
– Bersabar ketika diprovokasi.
– Diam ketika emosi sedang memuncak.
– Memilih kata terbaik ketika hati sedang tersulut.
- Faedah besar bagi yang mengendalikan amarahnya
Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Mereka yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.” (Ali Imran: 134)
Jamaah sekalian, menahan marah bukan hanya melindungi diri dari dosa, tetapi juga mengundang cinta Allah, memperkuat hubungan sosial, dan menumbuhkan kedamaian keluarga serta masyarakat.
- Cara Nabi ﷺ mengajarkan mengelola amarah
Beberapa tips dari Sunnah untuk meredam marah:
Berlindung kepada Allah dari setan: A‘ūdzu billāhi mina asy-syaithānir rajīm
Diam, tidak membalas ucapan yang memancing.
Mengubah posisi: jika berdiri maka duduk, jika duduk maka berbaring.
Berwudhu, karena marah berasal dari panasnya setan.
Meninggalkan tempat yang memicu emosi.
Jamaah yang dimuliakan Allah, mari kita latih diri untuk sabar, tenang, dan berfikir jernih. Orang yang kuat bukan yang menang dalam pertengkaran, tetapi yang menang melawan dirinya sendiri.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ,أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه, أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَ وَلَذِكْرُعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ اللهِ أَكْبَرْ