Mencintai Kebaikan untuk Sesama Muslim
Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له
.أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
.اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan adalah sebaik-baik bekal hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pada kesempatan khutbah ini, khatib mengajak diri khatib pribadi dan seluruh jamaah untuk merenungkan sebuah hadis agung yang menjadi fondasi hubungan sosial dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِخَِِيهِ مَا يُحِ ب لِنَفْسِهِ
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa kesempurnaan iman seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari sikap sosialnya. Iman tidak cukup hanya di masjid, tetapi harus tercermin dalam hubungan kita dengan sesama manusia.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mencintai kebaikan untuk saudara berarti kita senang melihat orang lain mendapatkan nikmat, keberhasilan, dan kebahagiaan sebagaimana kita menginginkannya untuk diri sendiri.
Sebaliknya, kita tidak rela saudara kita disakiti, dizalimi, atau dirugikan, sebagaimana kita pun tidak ingin hal itu menimpa diri kita.
Sayangnya, di zaman sekarang kita sering menyaksikan sikap iri, dengki, saling menjatuhkan, bahkan saling menzalimi antar sesama. Media sosial dipenuhi hujatan, fitnah, dan kebencian. Semua ini menunjukkan rapuhnya ukhuwah dan lemahnya penghayatan terhadap hadis Rasulullah ﷺ ini.
Padahal, Islam mengajarkan empati, solidaritas, dan kepedulian. Jika kita senang dihormati, maka hormatilah orang lain. Jika kita ingin ditolong, maka tolonglah saudara kita. Jika kita ingin diperlakukan adil, maka berlaku adillah kepada sesama.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dengan mengamalkan hadis ini, akan lahir masyarakat yang damai, saling percaya, dan penuh kasih sayang. Inilah ciri umat Islam yang sejati, umat yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.
.أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
.الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى
.أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا رسول الله
.اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الحِياء منهم والمِوات
.اللهم أصلح قلوبنا، واجمع كلمتنا على الحق، واجعلنا عبادًا متحابين فيك
.ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
،عباد الله
إِنَّ اَّللَّ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالِْحْْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ
.